Jumat, 20 Maret 2009

8 Minggu


18 Maret 2009... menurut hasil usg Dr. Kurdi janin di dalam rahimku sudah berumur 8 minggu.

Happy Birthday, Son...

19 Maret 2009, Danish berulang tahun yang ke-5. Ketika ia membuka matanya di pagi hari, aku dan suami memberikan ucapan selamat dan mencium pipinya. "Happy birthday Danish, we love u..."

Terus terang kondisi mood-ku sangat tidak bagus, morning sickness membuat tubuhku lemas tak bergairah. Demi menyenangkan anak, malam kemarin kupaksakan mengendarai mobil menuju 'Christine Bakery', memesan kue ulang tahun dan lanjut menuju mall membeli beberapa keperluan untuk goody bag.

Ulang tahun yang sederhana yang bisa kupersembahkan buat Danish. Undangan hanya sebatas saudara kandungku beserta keluarga mereka. Jadilah malam itu sebuah pesta kecil nan sederhana digelar, diawali dengan nyanyian 'Happy Birthday', tiup lilin, dan sepotong doa dari kakek & nenek tercinta.

"Happy birthday Danish. Semoga menjadi anak yang sholeh, membahagiakan keluarga, dan berguna bagi lingkungan." Amin.

Minggu, 08 Maret 2009

Alhamdulillah....

Setelah menunggu 2 minggu aku kembali memeriksakan kandungan, tapi tidak ke Dr Kurdi melainkan ke Dr Hakim karena kebetulan tanggal 7 Maret adalah jadwal beliau praktek di RS Bunda dan tentunya aku tidak mau melewatkan kesempatan ini.

Kepastian aku tengah berbadan dua sudah tak lagi dapat dipungkiri, kali ini alat USG sudah dapat mendeteksi kehadiran janin yang mulai berkembang dalam rahimku. "Alhamdulillah..."

Di hadapan Dr Hakim berkali-kali kuucapkan terimakasih. Dan seperti tak mau melewatkan kesempatan, aku meminta beliau berkenan berfoto denganku.


Lewat foto inilah kelak aku akan banyak bercerita pada 2 anak manisku bagaimana kisah kehadiran mereka ke dunia, semua terjadi karena ridho & rizki dari Allah SWT lewat tangan dingin seorang dokter yang hebat ^_^

Selasa, 03 Maret 2009

Sindrom Baby Blues Dini

Hamil kali ini terasa cukup berat, janin belum terdeteksi usg saja tapi mualnya luar biasa! Rasa mual pengen muntah yang disebut "Morning Sickness" ini bukan hanya kualami di pagi hari, melainkan sepanjang hari! Otomatis habitku berubah drastis, aku yang biasanya jam 8.10 sudah duduk manis di kantor sekarang terpaksa molor ke 9.30 karena setelah sholat subuh aku tidur lagi sampai jam 8 dan huek-huek dulu sampai puas di wc. Morning sickness bikin lemes, males dandan, pokoknya bete berat karena perut terasa kembung. Sudah hampir seminggu aku tak lagi kerja turun ke lapangan, bahkan sebelum jam kantor usai aku buru-buru pulang ke rumah dan memilih tidur.

Sewaktu adik bungsu dan kakak perempuanku hamil aku terheran-heran melihat perilaku mereka yang kuanggap aneh, yaitu mual saat mencium aroma masakan. Aku menuduh mereka terlalu sugesti, hamil yang terlalu dibawa perasaan. Ternyata tuduhan itu berbalik ke arahku karena sekarang aku pun mengalaminya.

Wanita hamil apalagi pada tri semester awal biasanya sulit makan, dan untuk mengakali supaya bisa nafsu makan biasanya ia akan membayangkan makanan-makanan yang bisa membangkitkan selera. Maka wajar saja bila tiba-tiba wanita hamil ngiler pengen makan ini atau itu yang susah didapatkan, dan aku tidak setuju bila hal ini lantas disebut dengan "ngidam".

Seorang teman beberapa hari yang lalu berkata seperti ini : "Kalo anak udah lahir perawatannya bisa kita delegasikan pada orang lain, tapi kalo dengan kondisi sekarang (hamil) betapapun susahnya harus ditanggung sendiri. Nikmati saja..."

Baru beberapa hari hamil rasanya kok aku seperti tengah mengalami sindrom "Baby Blues". Ibu macam apa aku ini?!